Jumat, 04 Juli 2008

Istri? Bukan!


Siapa yang ada di foto ini? Yap, Naseem dan Saleem. Pertanyaannya adalah: mereka suami istri atau adik kakak?

Buat yang belum mengenal DEBU, memang agak membingungkan. Tetapi untuk yang sudah mengenal mereka, tentu tak akan asing dengan mereka. Kenyataannya lebih banyak yang menyangka sis Naseem adalah istri bro Saleem ketimbang menyadari bahwa mereka sebenarnya adik kakak. Jujur, awal aku mengenal mereka pun berpikiran sama: mereka suami istri.. Hehehehe!!! Oh tidak!

Maaf ya sis Naseem... Maaf ya bro Saleem...

Seperti komen di Multiply bro Saleem pada foto di atas, bertanya : siapakah wanita cantik di sebelah kang Saleem? ^_^ Karena hampir di setiap penampilan panggung, mereka hampir selalu bersebelahan. Kompak, maksudnya.. ^_^

Foto diambil dari sini

Kamis, 12 Juni 2008

Menanggapi Musik DEBU

Bagiku, kedalaman makna syair2 DEBU tak akan pernah bisa tergantikan oleh apapun. Bagiku sekarang, syair2 itu merupakan dzikir yang indah sehingga tanpa sadar hati ini selalu mengingatNya dalam suka maupun duka, dalam sempit maupun lapang.

Mengenai musik2nya yang beraneka: syahdu, riang, tenang, dan semangat membuatku selalu memilih2 sesuai suasana hati. Kalau lagi futur, biasanya yang syahdu dan menggugah keimananku yang kudengarkan. Misal? "Cinta Saja" sudah cukup mewakili. Kalau sedang kumat malasnya? "Laa illahe illallahu" bisa menjadi pilihan berikut. Atau "Hentakkanlah Kaki" yang benar2 menyemangati. (Jadi ingat nasyid2nya Ar Ruhul Jadid ^_^ ) Kalau sedang ingin berdendang sendirian, "Palace Troubadour" adalah favoritku....

Apapun lagunya, kapanpun waktunya, DEBU menjadi pilihan yang tepat... Aku semakin cinta...

Selasa, 10 Juni 2008

The Song: AMANAT

Lagu ini belum pernah aku dengar. Jujur ajah nih! Gak Bo'ong! Makanya aku pajang videonya di sini biar sekalian yang mampir ke sini ikutan dengar... ^_^


Untuk yang Belum Tahu

Ada yang ketinggalan...

Simak saja berikut ini:

Pertanyaan ini banyak dilontarkan pada kami. Mereka bilang, grup musik sebesar ini, koq namanya "DEBU"? Bagi kami, itu tidak aneh. Secara maknawi, nama itu sudah menjadi identitas kelompok kami sejak di New Mexico sana. Saat itu, Syekh Fattaah memberi nama kelompok ini, Dust on the Road, atau Debu di Jalanan. Personilnya, tentu saja tidak seperti sekarang. Saat itu, sebagian dari kami masih kanak-kanak. Jadi, bisa dibilang bahwa para pemain Dust on the Road atau Dust saat itu ya para orang tua kami, yakni generasi pertama kafilah ini. Bahkan, Syekh Fattaah sering kali menjadi vokalisnya.

Setelah di Indonesia, kami menyelaraskan nama kelompok ini sesuai dengan ejaan dan bahasa Indonesia, yakni DEBU. Nama yang indah. Sederhana dan mudah diingat. Formasinya pun berubah sama sekali. Ada regenerasi di sini. Antara lain, Syekh Fattaah yang merupakan guru rohani kami, tidak lagi memimpin vokal. Sebaliknya, ia lebih suka berkhalwat saja di ruangannya. Dengan sendirinya, dinamika DEBU sekarang berada di generasi kedua meski untuk instrumen tertentu masih dipegang oleh beberapa orang senior.

Secara formasi, DEBU memang telah berbeda dengan DUST, pun dalam hal komposisi. Sekarang ini, Syekh Fattaah lebih sering membuat syair-syairnya dalam bahasa Indonesia. Namun, satu hal yang masih menjadi ciri dan prinsip bagi DEBU adalah, bahwa musik dan nyanyian yang dilakukan hanyalah media untuk dakwah dan syiar ilmu-ilmu Islam, yakni ilmu lahir dan batin. Syekh Fattaah selalu menekankan pada kami, bahwa bermusik dan bernyanyi bukanlah segala-galanya dan bukan pula tujuan. Jika suatu saat aktivitas ini membuat kami berpaling dari kecintaan terhadap Allah swt, maka Syekh Fattaah akan menghentikan aktivitas ini dan membubarkannya.

Nyomot beritanya dari mana? yuk, kemari...

Gak Ngerti? Lanjut Ajah!

Ini salah satu lagu favorit aku (karena musiknya asyik banget) meski sumpe aku gak ngerti artinya. Tapi aku yakin maknanya pasti dalem banget (khas DEBU gitu lho!). Silakan disimak...

SARAYDA

Hayat bir büyük bilmece,
Zor değil cidden kolaydır,
Sultan hazinesi sende,
Bu gönül onun saraydır.

Eğer senden sorsa kimse,
Bu aciz kulun hakkında,
Sultanın saray içinde,
Bir şarkıcıyım burada.

Şarkıcıyım ben sarayda,
O sultanın şarkıcısı,
Ve onun aşkı hakkında,
Söylerim şarkılarını,

Hayat bir büyük bilmece,
Zor değil cidden kolaydır,
Sultan hazinesi sende,
Bu gönül onun saraydır.

Hasret ile onun aşkı,
Bu kalbimi dolduruyor,
Gönül Padişahın tahtı,
Ve hasretini çekiyor.

Eğer sen girersen ona,
Sultan kulu olacaksın,
Yüreğin aşk ile dolsa,
Acayipler göreceksin.

Hayat bir büyük bilmece,
Zor değil cidden kolaydır,
Sultan hazinesi sende,
Bu gönül onun saraydır.

Sırrından hayret ederim,
Saklı olan aydınlanır,
Nasıl anlatabilirim,
Dil böyle mahir değildir.

Kalbine girdiğin zaman,
Görürsün Sultan tahtını,
Ondan ölü ve yaşayan,
O cahil olur bilgili.

Hayat bir büyük bilmece,
Zor değil cidden kolaydır,
Sultan hazinesi sende,
Bu gönül onun saraydır.



Nah, njelimet kan? Hehehehe.... Nikmatin ajah, gak usah pusing.... ^_^